Minggu, 11 Januari 2009

Peluang Usaha : Ngamen Sulap di Atas Buskota

Rating:
Category:Other
Nov 25, '08 4:27 PM
for everyone

Cerita-cerita tentang pengalaman naik buskota memang tidak pernah ada matinya. Seperti pagi ini, saya akhirnya kembali menggunakan Patas AC 05 Jurusan Bekasi – Blok M untuk berangkat menuju kantor di bilangan Senayan. Maklum sejak hamil dan cuti melahirkan, naik omprengan (yang notabene transportasi umum berplat hitam) masih jadi pilihan utama saya.



Seperti biasanya saya naik dari terminal bayangan Jatibening (satu-satunya terminal yang ada ditengah-tengah jalan tol, alhamdulillah saya beruntung tinggal tidak jauh dari sana, lumayan strategis deh. hehehe...). Belum sempat menunggu, sudah terlihat Patas AC 05 sedang menanti penumpang. Alhamdulillah saya dapat bangku, walaupun di barisan paling belakang. Agak sungkan juga duduk diantara bapak-bapak. Untung bangku 6 ini hanya diisi 4 orang termasuk saya, jadi tidak terlalu berdesakan. Berada di posisi paling tengah, praktis saya mendapat pemandangan ke seluruh penjuru ruangan buskota.



Mulanya saya hampir mengabaikan keberadaan seorang pria muda yang berjalan maju kedepan ke arah supir buskota. Saya pikir paling tidak pria ini mau ngamen atau menjajakan barang dagangan. Upss... koq yang terdengar suara kaset musik instrumentalia dari cina dan pria tadi memainkan beberapa lembar saputangan warna-warni ditangannya. Dua saputangan merah biru tiba2 berganti menjadi orange hijau. Woww... sedang main sulap rupanya. Langsung saya terkagum-kagum. Bukan karena sulapnya. Sama sekali bukan. Bisa dikatakan semua permainan sulapnya pernah saya lihat. Mulai dari permainan kartu yang menghilang, sendok menjadi bengkok, hingga ring besi yang berkait menjadi rantai. Saya terpana justru pada keberaniannya untuk berpikir ”keluar dari kotak”. Belum pernah saya liat sekalipun pemain sulap beraksi diatas bus. Entah karena saya yang sudah jarang naik bus atau memang kebetulan belum pernah bertemu. Peluang usaha baru saya pikir. Pria ini telah berhasil menghadirkan sesuatu yang baru. Tak heran dengan bermodalkan ketrampilannya tersebut ia berhasil mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar dari pengais rezeki di atas buskota lainnya.


Saya berani menyebutkan demikian, karena baru kali ini pekerja diatas bus, mendapat perhatian begitu besar dari para penumpang. Bahkan ada beberapa bapak yang saya lihat begitu penasaran berusaha menjulurkan lehernya agar dapat melihat jelas sang pria selama penampilannya (kurang lebih setengah jam). Dan baru kali ini pula banyak penumpang memberi kontribusinya (minimal dari orang2 yang dapat saya lihat dari posisi duduk saya), bahkan tiga bapak disekitar saya memberi uang kertas yang satu diantaranya tidak berwarna biru). Luar biasa kan? Kejeliannya membaca peluang, itulah yang saya petik darinya.


Tapi tidak itu saja, ada satu lagi yang saya kagumi dari pria yang berpenampilan cukup rapih ini (Tidak menggunakan jas pesulap, cukup rompi pemancing untuk menampung alat2 sulapnya). Walaupun sudah beroperasi diatas bus, marketing jalan terus. Apalagi? Diakhir penampilan, ketika meminta kontribusi penumpang ia bagikan juga kartu namanya. Hanya dari kertas fotokopi warna biasa. Berwarna hijau dengan tertera tulisan didalamnya ”HUDA SULAP memeriahkan ultah dan event-event lainnya”. Selain itu tertera pula nomor Hp yang bisa dihubungi. Sungguh saya berpikir, ini jauh lebih efektif daripada plang liar yang muncul ditiang2 listrik bertajuk ”Badut Sulap”. Kelebihannya karena tentu semua sudah menyaksikan kebolehan pria ini dalam bermain sulap. Persis layaknya kita sudah mencicipi tester dalam bisnis makanan. Makasih Mas Huda. Mudah2an itu nama anda. Pagi-pagi sudah memberi sepetik pelajaran berharga buat saya. Sebagai wujud terima kasih saya, saya cantumkan nomor Hp anda 021-93285521 / 0852-82823844. Semoga ada yang berminat dengan ketrampilan anda. Bermain dengan kecepatan tangan tidak semua orang bisa kan?

*Erlin

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...