Minggu, 11 Januari 2009

Review Ulang bulan Fathan yang kelima

Tepat 5 bulan usia fathan hari ini. Alhamdulillah setiap kepandaian yang ditunjukkan fathan ke bunda, abi dan seluruh anggota keluarga selalu membuat gembira semuanya. Seperti sabtu kemarin, ketika bunda n Fathan lagi ngepos di kedai soto kudus pak sholeh, sementara abi lagi lembur masuk kantor yang katanya demi "pelayanan ke masyarakat" (ciee...:)). Saat itu bunda n Fathan ditegur salah seorang nenek yang datang bersama keluarganya, termasuk seorang bayi seusia Fathan, perkiraan bunda. Rishad namanya. Ternyata benar saja. Hanya beda 2 hari dengan Fathan, dan saat itu Rishad sedang ulang bulan yang kelima. Setelah itu bahan percakapan kami pun hanya seputar bayi kami masing2. Saling membandingkan satu sama lain. Ada sedikit rasa bangga dan bahagia karena fathan nampak lebih besar sedikit secara fisik. Perkiraan kami sekitar 1 kg perbedaan berat mereka. Kepandaian Fathan walau belum bisa balik telentang dari tengkurapnya, ternyata juga cukup lumayanlah, karena Rishad belum bisa tengkurap sendiri. Waduh saat itu bunda merasa ada temannya deh, karena dengar2 dari yang lain, rata2 bayi 3-4 bulan sudah bisa berguling-guling. Selain itu perbedaannya ternyata rishad tidak asi eksklusif. Yang sedihnya, rishad menolak minum asi melalui botol sekalipun. Melihat dada ibunya saja katanya ga mau... masyaAllah. Tapi alhamdulillah Rishad terlihat tergolong sehat koq, lebih lincah dari Fathan juga kayaknya.

Perkembangan fathan jika dibandingkan dengan perkembangan bayi pada usia serupa memang tak jauh berbeda. Fathan saat ini sudah bisa tengkurap dengan luwes meski belum bisa balik telentang sendiri. Bisa megang botol susu sendiri kalo isinya tinggal setengah.Lebih sering tersenyum karena mulai mengenali anggota keluarga. Nah ini nih... masalah senyum, Fathan mahal banget senyumnya. Ada yang punya tips ga ya? kalo bertatapan senangnya langsung membuang muka, kesannya pemalu bangets... muka cerianya paling keliatan kalo lagi mandi or lagi diledekin om Dhona-nya. Selebihnya tipis aja. tapi semakin kesini makin sering tersenyum. Sampai ada yang ngeledekin cool, pemikir, calon ikhwan, dll. Bunda n abinya sih cengengesan aja, tau tuh turunan siapa. Tanya siapa? hhehe.... Sekarang Fathan semakin mantap juga kalo memegang benda2 termasuk mengeksplornya melalui mulut. Ckckck... sampai diledekin sama tante n abinya, ”apapun bendanya, mulut tujuannya”...

Yang paling menentramkan hati kami dan juga menjadi motivasi paling kuat bagi bunda untuk menyelesaikan asi eksklusif adalah Fathan termasuk jarang sakit. Bunda pikir kondisi ini selain karena kehendak Allah adalah juga karena didukung asi eksklusif. Bisa dibilang hanya satu kali Fathan menunjukkan kurang sehat. Gejala pilek. Belum meleleh sih ingusnya, tapi kasihan terdengar ada lendir saat bernapas. Itupun sama abi dikasih habatussauda aja. Alhamdulillah bisa cepat sembuh. Serta bisa terhindar dari dokter dan obat2an kimiawi. Masalah kimiawi ini nih yang abi semangat banget menerapkan, kalo bisa diminimalisir sebisa mungkin.

Disisi lain bunda bahagia sekali mendapat kesempatan memberikan asi eksklusif hingga bulan kelima ini. Memang tak dapat diragukan lagi seabreg manfaat yang diberikan melalui asi eksklusif. sempat ada keraguan apa bisa memberi asi eksklusif sambil bekerja. Ternyata BISA. Yang penting kemauan yang kuat dan usaha yang gigih plus dukungan dari sekeliling. Alhamdulillah kini tinggal sebulan lagi fathan lulus asi eksklusif dan jadi sarjana asi deh... wah ga sabar menunggu saat itu. Sempat abi berkomentar kemarin kalo bunda belum 6 bulan udah pede rencanain mau ngomongin asi eksklusif di blog. Ya udah deh, jadinya sekarang pendahuluannya aja dulu nanti kalo Fathan insyaAllah jadi sarjana asi, ditulis abis semua pengalaman kami melewati masa2 perjuangan ini. Ceritanya ga mau kalah sama ibu2 yang lain. Dukung terus pemberian ASI Eksklusif 6 bulan.

Sekali lagi met ulang bulan ya nak...!

*erlin

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...