Jumat, 15 Oktober 2010

Kelahiran Si Baby dan Ruang Perina #2


Sambungan dari kisah sebelumnya : Persalinan Bunda dan CTG #1
Setelah menunggu hampir 15 jam di RS, "pembukaan sepuluh" akhirnya datang juga. Proses persalinan siap dimulai. Dengan waktu 1 jam lebih, Alhamdulillah jam 22:12 seorang bayi laki-laki lahir kedunia. Proses kelahirannya normal spontan (tanpa alat bantu vakum/dll, apalagi operasi cesar). Alhamdulillah saya berkesempatan "nonton" proses persalinan tersebut. Sesaat dilahirkan tersebut, ternyata kondisi sibaby kurang baik (setelah dicek langsung oleh dokter anak yang standby di ruang persalinan). Sibaby tidak langsung menangis, ternyata sibaby agak banyak menghirup air ketuban. Dan yang jadi agak sedikit masalahnya air ketuban tersebut sudah berwarna agak hijau. Secara fisik, dari luar juga terlihat napasnya agak berat (terlihat gerakan didadanya yang seperti sesak napas).
Pertolongan pertama langsung dilakukan. Dilakukan penyedotan menggunakan selang melalui hidung dan mulut (klo gak salah yang saya liat), sibaby dibolak-balik, ditepok-tepok, digosok-gosok, dll (maap kalo agak lebay, tapi itulah pertolongan pertama). Setelah dilakukan bersih-bersih dan cek fisik diruang persalinan itu, akhirnya sibaby selanjutnya harus di rawat diruang perina (ruang perawatan khsusus), kalo normal biasanya hanya dibawa ke ruang perawatan bayi biasa.
 
Karena kondisi belum membaik (nafasnya masih agak berat), pada pagi harinya (20/09) dilakukanlah cek lab dan rotgen. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya cairan yang cukup banyak di sekitar paru-paru sibaby. Hal itulah yang menyebabkan napas sibaby menjadi agak berat. Perawatan di ruang perina dilanjutkan. Sibaby diharuskan puasa (karena jika minum ASI, ditakutkan akan mengganggu pernapasannya, bisa keselek, dan justru "berbahaya" baginya). Makannya lewat infus, hidungnya pake selang oksigen, dll. hikhikksss, sedih melihatnya... :((
Selama itulah sang baby mendapat perawatan khusus di ruang Perina. Apa sih ruang Perina itu???
Ruang Perina atau yang juga sering disebut dengan ruang Perinatologi adalah sebuah unit pelayanan khusus bagi bayi-bayi baru lahir yang mempunyai masalah atau sakit sampai usia satu bulan. Seperti telah diketahui bersama, bahwa keadaan bayi baru lahir itu dipengaruhi oleh banyak hal, yaitu sejak didalam kandungan bundanya, selama proses persalinan, ataupun setelah kelahiran. Beberapa masalah bisa terjadi pada bayi baru lahir, sehingga memerlukan penanganan dan perawatan khusus agar bayi dapat diselamatkan dan mempunyai kualitas hidup yang baik dikemudian harinya.

Lalu, kasus apa saja yang biasa ditangani di ruang Perina itu?
Yaitu bayi baru lahir dengan risiko tinggi, misalnya bayi dengan gawat napas, lahir prematur, berat lahir amat sangat rendah, infeksi berat, kelainan bawaan (jantung, dll), termasuk yang memerlukan tindakan pembedahan. Karena kondisi seperti itulah, sehingga di ruang perina memiliki alat-alat yang lebih lengkap dari pada ruang perawatan bayi normal.

*Yusuf Erlangga

2 komentar:

Tiar Rahman mengatakan...

Anak ke 2 dan 3 ku juga masuk perina.

mboke roza mengatakan...

roza juga dulu 2 minggu di perina, kata dokter kena pneumoni dan waktu lahir gak langsung nangis.

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...