Senin, 18 Oktober 2010

Perkembangan Si Baby dan Hikmah Aqiqah #5


Sambungan dari kisah sebelumnya : Si Baby, Ventilator dan Sinar Ultra Violet #4
Besok adalah tepat hari ke-tujuh kelahiran sibaby. Wahhh, hari ini (24/09) berarti harus mencari kambing tuk aqiqah niyyy. Alhamdulillah, walau dalam kondisi sibaby yang masih belum sehat, kami masih diberi kekuatan tuk mempersiapkan aqiqah anak kami tersebut. Dengan kemudahan yang ada, kita tinggal menghubungi usaha aqiqah yang cukup banyak diperkotaan seperti di Bekasi tempat tinggal kami.

Sikecil kan masih belom pulang dari RS, kenapa buru-buru sihhh? Tanya beberapa orang kepada kami. Emang sih Aqiqah itu hukumnya sunah. Dan ada beberapa pendapat, bahwa pelaksanaannya bisa dihari ke-7, ke-14, atau ke-21. Jadi kenapa harus buru-buru katanya. Namun kami berusaha untuk bisa melaksanakannya sesuai Hadist Nabi yang kami pahami.
Dari Samurah bin Jundab dia berkata: Rasulullah bersabda : "Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqah yang pada hari ketujuh disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya."
[Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasai 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]


Berbekal ilmu itulah kami harus mempersiapkan Aqiqah bagi sibaby. Karena saya sempat teringat perkataan seorang Ibu yang menegor anaknya yang baru aja melahirkan bayi. Saat itu si anak yang baru melahirkan tersebut tidak menyegerakan tuk melaksanakan Aqiqah. Walau akhirnya dilaksanakan aqiqah juga sebulan kemudiannya. Saat itu ia beralasan sedang tidak punya uang. Padahal kata sang ibu tadi, gak punya uang gimana? Handphone aja dua. Kemana-mana pake mobil. Masak tuk membeli kambing aja tidak mampu. Kalau emang niat, beberapa harta benda miliknya kan bisa dijual dulu.
Wuihhh, bener juga tuhhh si Ibu. Oleh sebab itu, saya berusaha tuk tidak menunda-nunda walau kondisinya sesempit apapun.

Tepat pada hari ke-tujuh itu 2 ekor kambing yang sudah dipotong dan dimasak kami distribusikan ke beberapa tetangga serta yayasan panti yatim piatu dekat tempat tinggal kami. Pada hari itu pula, Hanan Zaidan resmi dilaunching sebagai nama putra kedua kami.

Dan saat kembali ke Rumah Sakit pada hari itu, kami mendapat kabar gembira bahwa baby Hanan sudah dilepas ventilatornya. Sehingga napasnya sudah tanpa bantuan mesin lagi. Karena kondisi sudah cukup membaik, kamipun berkesempatan untuk mencukur rambut baby Hanan. Karena kondisi tidak memungkinkan, alhasil hanya sebagian rambut saja yang dapat tercukur.
Selain sudah dilepas ventilatornya, dan pada malam itu sibaby sudah diizinkan tuk mencoba minum ASI. Subhanallah, tepat dihari ketujuh ini sibaby sudah mulai minum setelah sebelumnya harus berpuasa. Karena masih belajar, minum ASInya masih menggunakan selang yang langsung masuk kebagian lambungnya dan susunya hanya diberikan 5cc per 3 jam.
Ya, hari ini adalah titik balik perkembangan kesehatan yang positif bagi sibaby. Dan kami meyakini ini sebagai tanda kebesaran Allah pada hambanya. Setelah Aqiqah dilaksanakan, pada hari itu juga "perkembangan" sibaby semakin baik. Wallahu'alam...

*Yusuf Erlangga

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...