Senin, 18 Oktober 2010

Si Baby, Ventilator dan Sinar Ultraviolet #4


Sambungan dari kisah sebelumnya : Si Baby dan Ruang NICU #3
Setelah 3 hari dirawat pasca persalinan, Alhamdulillah pada siang itu (22/09) sang bunda sudah diizinkan untuk pulang dari RSIA Anna Bekasi. Ada persaan sedih saat itu, karena bayi yang telah dinanti selama 9 bulan lebih dikandungan tidak dapat ikut serta siang itu. Untuk mengurangi rasa sedih itu, saya mengajak sang bunda menuju RS Hermina Bekasi tuk menemui sibaby yang sehari sebelumnya telah dialih rawat ke ruang NICU rumah sakit itu.
Alih-alih agar senang, justru diruang NICU itu saya melihat sang bunda yang semakin sedih karena melihat kondisi sibaby secara jelas didepan matanya. Sibaby yang ada didalam inkubator itu harus menerima suntikan infus sebagai pengganti makannya (saat itu masih puasa) dan dimulutnya terdapat selang yang terhubung dengan ventilator (mesin bantu pernapasan). Ohya, saat itu adalah tuk pertama kalinya sang bunda dapat melihat dengan jelas sibaby dari dekat.
Perawatan khusus terus dijalankan, sibaby pernapasannya full menggunakan mesin. Kondisi belum membaik, justru pada pagi keesokan harinya (23/09) didapati kadar bilirubinnya diatas normal, yaitu 19 (kalo gak salah normalnya sekitar 12,5). Alhasil harus dilakukan penyinaran. Bahkan setelah seharian mendapatkan penyinaran, justru pada keesokan harinya (24/09) kadar bilirubinnya malah meningkat menjadi 20,4. Wahhh, bahaya itu kata sang perawat. Karena jika sudah melebihi angka 21 biasanya harus ada darah sibaby yang harus dikeluarkan (tranfusi tukar darah). Sehingga diputuskan untuk melakukan penyinaran
Pada hari itu Alhamdulillah pernapasan sibaby sudah ada kemajuan. Walau masih harus menggunakan ventilator, namun sang dokter sudah mencoba beberapa kali tuk melepas mesin itu. Jadi saat itu pernapasannya setengah dibantu dengan mesin, setengahnya lagi alami (walau masih ditambah dengan selang oksigen dihidungnya). Sang dokter menyatakan bahwa sibaby dasarnya memiliki "fisik" yang kuat, sehingga perkembangannya cukup membahagiakan. Terbukti, saat di inkubator tersebut, sibaby sering kali atau bahkan banyak bergerak. Agar tidak mengganggu alat-alat yang menempel ditubuhnya (infus, ventilator, dll), terpaksa tangan dan kaki sibaby harus diikat tuk mengurangi pergerakan.

*Yusuf Erlangga

2 komentar:

suci rosary mengatakan...

Aku tau rasanya :((
Salam bat istrinya ya pak.. Smoga kuat dan tabah menerima ujian ini

mboke roza mengatakan...

gak disediakan ruang inap untuk ibu ya? Dulu saya menginap jdi kalau waktu menyusui, perawat memanggil ke ruangan baby.
Setelah pulang sudah pernah dilakukan tes pendengaran belum? Ada tes sederhana namanya OAE dg cara memasukan alat ke lubang telinga anak, untuk mengetahui ada gangguan pada pendengaran atau tidak

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...