Senin, 26 Maret 2012

Menulis Pengalaman Bisnis

Mulanya saya ragu untuk memenuhi permintaan suami agar saya terlibat dalam pembuatan buku motivasi bisnis 30 mompreneur. Suami meyakini saya memiliki sedikit kemampuan menulis dan sedikit pengalaman sebagai mompreneur yang meski serba sedikit namun cukup layak dan dapat dibagikan kepada masyarakat luas. Suami amat antusias dengan ajakan Oma Ning ini, terlebih disebut royalty buku diperuntukkan buat amal dan sedekah. Ya, Oma Ning-lah yang memberi kesempatan kepada beberapa mompreneur yang tergabung dalam komunitas TDA untuk menuliskan pengalaman menjalankan bisnisnya masing-masing yang akan digabung dalam sebuah buku.

Usaha apa yang dimaksud? Saat ini dengan dukungan suami, saya tengah merintis usaha pembuatan popok kain modern yang sehat, hemat dan ramah bagi lingkungan. Produk kami ini bernama Ecokiddy. Di masyarakat umum kini banyak nama yang digunakan untuk menyebut popok kain modern ini. Ada yang menyebutnya juga sebagai “popok cuci ulang”, atau ada yg merasa lebih pas menyebutnya dalam bahasa asing seperti “reusable diapers” atau “cloth diaper” (disingkat “clodi”).

Keraguan menulis yang muncul di benak saya ialah dikarenakan masih singkatnya usia usaha yang sedang yang saya rintis, sehingga masih sedikit asam garam yang saya dapati untuk dapat memotivasi orang lain dan ditambah lagi minimnya kemampuan saya dalam dunia tulis menulis. Namun pada akhirnya saya sambut permintaan tersebut dengan membesarkan hati sendiri, seandainya pengalaman saya memang kurang layak terbit, toh sudah ada tim editor dari penerbit yang akan menseleksi. hehe.. Dan seandainya ternyata saya masuk dalam jajaran 30 mompreneur ini, berarti hanya rasa syukur yang terhatur karena dapat memberi sesuatu yang bermakna bagi orang banyak. (hadits, sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain).

*Erlin Karlina

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...