Kamis, 20 September 2012

Menyiapkan bekal sekolah anak

Sejak Fathan masuk sekolah Bulan Juli 2012 lalu, kini saya memiliki rutinitas baru di pagi hari. Seperti ibu2 lainnya yang sudah memiliki putra yang bersekolah, terutama di TK, menyiapkan bekal sekolah menjadi rutinitas. Di masa seperti ini rasanya idealisme untuk memberikan yang terbaik untuk jagoanku bangkit sodara2, hehe...

Kepinginnya bekal sekolah adalah makanan buatan rumah, kalaupun ada yg instan, itupun sudah pilihan. Mudah-mudahan bukan semangat diawal saja ya, apalagi anak-anakku tergolong "picky eater", susah makan dan senangnya pilah-pilih makanan. Bisa-bisa maunya jajanan warung terus nih.

Jadilah setelah Fathan masuk sekolah, saya memaksakan diri untuk harus banyak belajar lagi cara membuat dan menyajikan makanan lebih menarik untuk anak. Kebetulan kemarin saat baru masuk sekolah terpotong oleh Bulan Ramadhan, sehingga belum bisa eksplorasi apa aja yang bisa dilakukan ibu bekerja untuk menyiapkan bekal anak (karena selama Ramadhan sekolah Fathan melarang siswanya untuk membawa bekal). Sempat terkagum-kagum dengan bento box yang dibuat ibu2 kreatif untuk bekal anak ke sekolah saat browsing di internet. Kepingin banget punya alat-alat ngebento yang lucu-lucu dan menggemaskan itu. Lebih lanjut tentang "perbentoan" ini saya tulis terpisah DISINI.

Setelah semangat ada, yang ada kemudian adalah tantangan untuk mengatur menu harian. Ternyata kalo dibuat dadakan suka bingung juga. "Hari ini Fathan bawa apa ya?" Sudah menjadi pertanyaan rutin pagi hari di benak. Oleh karena itu jadi kepikiran untuk membuat menu harian selama 2-3 bulan yang berbeda-beda tiap harinya. Untuk bulan-bulan selanjutnya tinggal mengulang menu dari awal periode lagi. Tapi sampai sekarang alhamdulillah belum kesampaian, hehe... Karena nampaknya mengatur menu ini pun perlu waktu khusus, mempertimbangkan selera Fathan, komposisi gizi dan ketersediaan anggaran tentunya :)

Berhubung si menu bulanan ini belum tercipta juga, ya sudah... ide-ide harian yang sudah ada dan terlaksana selama ini didokumentasikan dulu, smentara nunggu waktu luang itu tiba. Entah kapan :)

Setelah pikir-pikir cara terpraktis untuk mendokumentasikan saat ini adalah dengan memfoto masing2 menu harian, setelah itu upload ke twitter/facebook biar bisa diberi tulisan/penjelasan. Kasih hashtag (#) biar gampang manggilnya saat dibutuhkan untuk direkap. Kalo didokumentasikan dengan menulis satu2 kayaknya malah lebih ribet. Harus standby kertas dan pulpen slalu. Kalau cara memotret ini cuma butuh Hp aja yang memang biasa ga jauh dari kita.

Sejauh ini sudah kumpul beberapa menu harian, memang hasilnya belum terlihat seperti expert siy ;) tapi yg hal terpenting adalah setiap menu jadi, Fathan berujar "wowww..... *sambil membasahi bibir dengan lidahnya*" hahaha... Itu saja sudah amat sangat cukup untuk membuat saya merasa seperti expert :p

Ini nih beberapa hasil kerja keras chef "erlin" marinka :p (spesial tengkyu juga buat Mba Kastem, asistenku, yang harus siap diribetin extra tipa pagi ^^)




0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...