Rabu, 26 September 2012

Rumah Sosis dan Tahu Susu Lembang (September 2012)

Tanggal 22 September 2012 kemarin, suami berkesempatan hadir dalam reuni teman SMA-nya di sebuah resto di Bandung, D'Palm Restaurant. Diadakan di Bandung berhubung karena SMA-nya memang di Bandung juga, SMAT Krida Nusantara. Sesuai komitmen kami, akhir pekan adalah hari keluarga, anak-anak diboyong juga. Terlebih lokasinya representatif untuk anak-anak.

Sementara abi bereuni-ria, bunda dan anak-anak main-main saja di playground-nya. Asyik juga ya reuni dengan teman-teman SMA yang dulu 1 sekolah dan 1 asrama, sekarang bersua setelah 12 tahun terlewati. Walaupun acaranya terlihat cenderung monoton, lumayanlah untuk mempererat silaturahim kembali. Menjadi ajang jumpa kangen, mengenang masa lalu :)

Sementara abi reuni-an, anak-anak cari kesibukan sendiri

Selepas jam 2 siang acara selesai. Dari Bekasi kami belum ada tujuan hendak kemana setelah acara ini. Bayangannya minimal ke tempat yang anak-anak bisa bermain saja. Setelah pikir-pikir akhirnya terpilih tujuan selanjutnya adalah ke Rumah Produksi Tahu Susu Lembang. Dulu waktu Hanan masih bayi, kita sudah pernah kesana. Fathan menikmati sekali kunjungan saat itu, karena di lokasi Tahu Susu Lembang ini, dibangun konsep one stop shopping. Selain pabrik tahu yang dikonsep transparan dimana proses produksi dapat dilihat langsung dari awal hingga akhir, disana juga terdapat kios-kios yang menawarkan beragam jenis makanan, kios-kios yang menawarkan oleh-oleh khas bandung, factory outlet, tempat refleksi, taman kelinci, kebun strawberry yg bisa langsung dipetik, arena bermain anak mulai dari rumah pohon hingga arena motor ATV. Komplit :)

Foto-foto waktu pertama kali ke Tahu Susu Lembang (Des 2010)

Namun ternyata ditengah jalan kami berubah pikiran, setelah melihat Rumah Sosis yang kebetulan searah. Sudah lama mau kesana belum kesampaian. Akhirnya untuk memenuhi rasa ingin tahu, mampir juga kesana. Setelah dibanding-bandingkan Rumah Sosis ini lebih komersil daripada Tahu Susu Lembang. Baru masuk langsung dipungut parkir 3 ribu rupiah (pulangnya tetap kasih uang parkir lagi ke pak ogah-nya, besarnya sukarela). Di bagian depan khusus sosis shop dan cafetaria. Bagian yang kami incar, arena bermain anak, sudah dipisahkan di bagian belakang. Untuk masuk kesana bayar lagi Rp 3000,-/orang. Anak diatas 2 tahun sudah wajib bayar. Di dalam kita dapat menemui kuda yang bisa disewa, mainan ketangkasan seperti di pasar malam (tembak bebek, lempar kaleng, minigolf, dll), arena rumah pohon, becak mini, bombomcar, dan banyak lainnya. Semuanya dapat disewa dengan tarif variatif 15.000-40.000/orang. Tidak ada wahana yang gratis, semuanya berbayar, jadi bayar 3 ribu per orang tadi untuk apa ya? (*tetap perhitungan :p)

Disini terdapat kolam renang terbuka juga untuk dewasa dan anak. Ga kebayang ini kolam renang ga ada privasi-nya sama sekali, dapat dilihat semua pengunjung dari segala penjuru yang masuk ke arena bermain anak ini. Dari segi wahana bermain tergolong sangat lengkap, tapi ga tau kenapa, kayaknya kurang tertata/kurang enak dilihat, kesannya pengelola tidak bisa lihat space kosong. Setiap pojok harus diisi untuk wahana permainan atau kios. Akhirnya, karena merasa kurang sreg, saya dan suami sepakat, meminta anak-anak untuk memilih 1 permainan saja, selanjutnya mereka kami janjikan untuk dibawa ke Tahu Susu Lembang, sesuai rencana diawal.

Fathan & Hanan memilih main minigolf di Rumah Sosis ini, Rp 15.000,-/orang per 10 menit

Walaupun sudah sore sesampainya di Tahu Susu Lembang, alhamdulillah masih sempat mengajak anak-anak bermain di Taman Kelinci-nya. Ini favorit Fathan dulu, sampai sekarang pun masih ingat. Hanan yang tadinya takut-takut pun akhirnya bisa menikmati bermain bersama kelinci. Memberi makan atau bermain kejar-kejaran dengan kelinci, semuanya dilakukan dengan riang. Tarif masuk di wahana ini Rp 15.000,-/orang tanpa limit waktu dan gratis wortel untuk diberikan ke kelinci.

Taman Kelinci wahana favorit Fathan & Hanan

Dilihat dari sisi desain dan fasilitas yang tersedia, saya lebih suka di Tahu Susu Lembang ini. Desain bangunan dibuat sealami dan seasri mungkin. Terdapat mainan anak-anak TK seperti ayunan yang ditebar dibeberapa titik (tentu saja gratis :P). Uniknya di bagian depan Rumah Produksi Tahu Susu Lembang ini dikonsep dan dirancang sedimikian rupa mirip seperti SPBU. Hanya saja yang dijual bukan bahan bakar tapi si tahu susu ini sendiri. Jadi memakai konsep drive-thru ceritanya, kreatif!

Tentang makanan yang ditawarkan, sosis versus tahu, dua-duanya sama enak. Sayang sudah dua kali ke Tahu Susu Lembang, tahu yang dibawa pulang dan dimakan ditempat koq agak beda ya rasanya. Entah memang jenis tahunya atau karena yang dibawa pulang sudah kurang fresh, karena biasanya menginap dulu semalam di kulkas. Teksturnya tetap lembut tapi kadar airnya sudah banyak berkurang. Kalau makan ditempat, makan tahu ini berair sekali, seperti lumer dimulut, yumm.... Kalo sosis beda lagi enaknya, olahan daging, pasti mantap rasanya. Rumah Sosis punya banyak varian, beberapa kita coba di tempat, enak semua, empuk dan basah, jelas beda dengan sosis yang kandungan tepungnya dominan. Rata-rata sosis mentah dijual 45.000-55.000/pak, sementara tahu susu mentah dijual 15.000/pak.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...