Jumat, 21 September 2012

Daiso dan alat bento

Untuk menyelaraskan keinginan memberikan makanan buatan rumah untuk Fathan yang baru saja masuk TK, rupanya memang diperlukan sarana pendukung... Selain dibutuhkan anggaran khusus untuk membeli bahan-bahan makanan untuk diolah, diperlukan juga nampaknya beberapa alat penunjang, kalau sekarang istilah kerennya mah alat ngebento :P

Tapi tenang saya ga selihai itu, untuk mengolah makanan dengan beragam alat bento yang unik dan lucu-lucu itu. Saya hanya menargetkan memiliki beberapa alat bento dasar saja, yang saya perkirakan hampir pasti akan sering dibutuhkan untuk sekedar membuat bekal Fathan sedikit lebih manis.

Kalau dipikir-pikir memang lumayan juga ya modal untuk kreatif dan sehat itu :P tapi pikiran2 itu semua bakalan hilang juga kalau ditambah dengan mikir2 juga tentang uang jajan diluar yang bisa jadi lebih boros dengan resiko kebersihan dan keamanan dikonsumsi yang tidak diketahui pasti. Namanya sudah punya anak usia sekolah, sudah pastilah pengeluaran bertambah, iya kan... ^^

Singkat cerita, perburuan alat bento pun dimulai. Beberapa waktu lalu saya dan suami menyempatkan diri mampir ke Daiso di daerah Melawai, anak2 juga ikut biar mereka ikutan senang melihat alat-alat bento yang aneh2 itu. Daiso ini bisa dibilang minimarket pernak-pernik jepang dengan satu harga. Mulai dari perlengkapan dapur hingga peralatan tulis. Mungkin kebanyakan orang lebih familiar dengan minimarket seperti Valu$/Vanqis yang penuh dengan produk unik dalam 1 harga. Bedanya selain dari harga, adalah dari segi kualitas barang. Barang-barang di Valu$/Vanqis serba 6.000, sedang di Daiso serba 22.000. Sementara kualitas barang di Valu$/Vanqis dibawah kualitas barang di Daiso. Produk Valu$/Vanqis kebanyakan buatan china, sedang di Daiso kebanyakan buatan Jepang, walaupun kalau di teliti ada beberapa barang berlabel "made in china" :p

Sesampainya di Daiso ini kami sesaat sempat merasa jadi orang asing di negeri sendiri. Pengunjungnya mayoritas warganegara Jepang. Apalagi daerah melawai memang terdapat banyak resto-resto Jepang, diparkiran pun sudah terlihat WN Jepang dimana-mana. Kami sudah tahu kalau Daiso ini berada di lantai dua dari Supermarket Papaya (apa minimarket ya? kecil sih), yang kami belum tahu ternyata diatas itu tidak hanya ada Daiso, tapi ada laundry, salon, toko DVD, resto, dll. Semua tumplek di lantai 2 ini. Semua toko dapat space kecil-kecil. Termasuk Daiso. Agak kecewa sih, karena bayangannya ga sekecil itu, lebih kecil dari beberapa Valus/Vanqis yang pernah saya lihat malah. Pas sampai di depan Daiso disambut sama orang Jepang asli yang langsung nawarin produk-produk sale "2 pcs Rp 22.000,-" Tau harga ini juga bukan karena kami mengerti bahasa Jepang, tapi karena ada tulisannya aja di depan box etalasenya, hehe... nyaris ga ngerti si om Jepang bicara apa saat menyapa kami, apakah bahasa inggris, bahasa jepang atau bahasa indonesia :p

Benar saja sampai didalam alat2 bento yang saya harapkan memang tidak banyak pilihan. Hupff... kecewa, memang sebaiknya mampir ke Daiso yang di Mall Artha Gading aja yang lebih lengkap seperti yang diceritakan orang. Tapi tetap koq pulangnya kami bisa membawa beberapa item barang. Karena sempat takut kalap, saya sempat buat catatan belanja yang isinya bukan list barang tapi persyaratan yang harus dipenuhi untuk memutuskan alat itu benar2 layak dibeli atau tidak. Catatan saya : pertama, hanya membeli alat yang benar2 akan terpakai. Kedua, hanya membeli alat yang kira2 diluaran sana jarang dijual, ketiga hanya beli alat yang susah dicari penggantinya dengan harga lebih murah. Emak-emak irit mode on. Dan hasilnya saya beli 5 barang berikut ini:

Bread Cutter

Alat ini lumayan berguna untuk mencetak roti tawar yang mau dipenuhi dengan macam2 isian. Hasil potongannya bisa membuat tepian dua lapis roti jadi lebih lengket. Di Giant Hypermart saya pernah lihat, alat ini dihargai 27 ribuan.

Cookies Cutter

Untuk alat cetak kue kering yang serba guna ini sebenarnya diluar sana banyak yang jual dengan harga jauh lebih murah. Terakhir saya beli 1 pak cookies cutter juga di Superindo dengan 5 macam bentuk berbeda hanya 6 ribuan *tepokjidat. Eitt.. tapi ini sudah saya perkirakan, yang saya mau beli bukan cetakannya semata, tapi bentuknya yang unik. Di pasaran kebanyakan bentuk yang dijual adalah bentuk bunga, bintang, bulan sabit, dan bulat. Jadi gpp-lah bayar lebih mahal untuk bentuk kapal laut dan pesawat terbang yang memang jagoan2ku sukai *menyenangkan hati sendiri :p

Gridiron

Kebetulan sehari sebelum ke Daiso sempat buat pizza roti yang dipanggang dengan wajan teflon. Hasilnya lumayan bagus tapi roti harus dialas pakai alumunium foil biar ga gosong. Pas banget dirumah cuma ada sedikit alumunium foil, jadi sebagian rada garing karena tidak dialas (terlalu dekat dengan api). Nah, pas liat alat ini kayaknya pas nih, kalo cuma untuk membuat sedikit makanan yang perlu dipanggang.

Rice Mold

Sebenarnya untuk cetakan nasi saya pengen punyanya yang hasil jadinya bulat kecil2 tapi berhubung adanya yang ukuran ini, yaah dibeli juga deh.

Silicone Rubber Ring

Nah ini adalah satu2nya alat bento yang saya sangat menyesal membelinya. Karena waktu beli sebenarnya saya ga tau kegunaan pasti alat ini untuk apa. Perkiraan saya ini semacam cetakan juga karena karet dibentuk beragam bentuk, ada seri hewan dan buah2an. Sampai dirumah saya baru ngeh ternyata ini karet gelang biasa, bedanya dia tahan panas dan tahan beku. Hahaha... bener2 deh lain kali kalau ragu memang jangan dibeli. Saya benar2 telah melanggar persyaratan belanja yang sudah saya buat sendiri. Pelajaran ya ibu-ibu :D Cerita lain saya tentang DAISO bisa dibaca DISINI.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...