Sabtu, 03 November 2012

Jalan-jalan bareng buyut ke Monas

Sudah beberapa pekan nenek buyut Fathan dari Padang berada di Bekasi. Kunjungan kali ini dalam rangka menghadiri wisuda Aan di STAN. Aan adalah sepupu saya dari jalur mama. Meski sudah cukup lama di Bekasi, tapi baru sempat ajak nenek dan datuk buyut jalan-jalan tanggal 20 Oktober 2012 kemarin.

Tujuannya kali ini ke Monas dan Masjid Istiqlal. Rasanya Monas masih punya daya tarik yang kuat bagi orang daerah untuk singgah ketika melancong ke Jakarta. Saya sendiri tidak jarang-jarang amat kesana, minimal sering melintas-lah... tapi kalau masuk ke Monas dan naik ke puncaknya, memang sudah amat lama sekali. Kalau tidak salah ingat, saya masuk ke Monas terakhir saat masih SD.

Kami putuskan hari sabtu itu, kami akan naik ke puncak Monas. Namun ternyata ada musibah kakak ayah yang sakit dan di rawat di RS, dan kami putuskan perjalanan ke Monas dilakukan setelah menjenguk beliau di jam besuk RS. Kami pun baru tiba di Monas sekitar pukul 13.30 WIB.

Di Monas, tidak jauh dari lokasi parkir, sudah menunggu mobil keliling yang memang khusus dipergunakan untuk antar jemput pengunjung Monas yang akan masuk ke Cawan atau Puncak Monas. Mobil bercat merah kuning, mirip mobil wara-wiri yang biasa ada di arena PRJ. Untuk naik mobil ini, mulai dari gerbang parkir hingga gerbang Cawan Monas tidak dikenai tarif alias gratis, dengan syarat sepulangnya dari sana kita diminta menunjukkan karcis masuk Cawan. Pada kenyataannya sih tidak diperiksa juga :)

Di depan gerbang Cawan sudah menunggu puluhan pedagang souvenir khas Jakarta dan penjaja foto keliling. Lagi-lagi mengatasnamakan "orang daerah", berfoto-lah kami menggunakan jasa foto instan ini. Satu kali jepret dan cetak dikenakan tarif Rp 15.000,-. Tidak bisa ditawar lagi. Dan hasil foto bisa diambil setelah keluar dari Cawan nanti.

Untuk masuk ke Cawan, kami harus masuk ke bawah tanah dan membeli karcis masuk setelah menyusuri lorong panjang. Karcis masuk ke Cawan dan Puncak dibedakan, loketnya pun berbeda. Loket ke Puncak dapat ditemui di area Cawan. Tarif karcis menuju Cawan; Dewasa Rp 2.500,- Anak-anak Rp 1.000,-. Sementara tarif karcis menuju Puncak; Dewasa Rp 7.500,- Anak-anak Rp 3.500,-.

Tapi ternyata kami terlambat masuk jika hendak menuju Puncak Monas, karena loket ke Puncak sudah ditutup sejak pukul 13.00 WIB, sementara kami baru tiba pukul 14.00 WIB. Alhamdulillah pengalaman ini sudah cukup menyenangkan bagi kami semua.


Menuju cawan monas kita harus melalui lorong bawah tanah terlebih dulu

Di bawah tanah Monas terdapat puluhan diorama

Pulang dari Monas, Sholat Ashar di Masjid Istiqlal


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...