Kamis, 14 Maret 2013

Fathan Ikut Lomba di Porseni (Ancol)

Masa cuti melahirkan saya akan berakhir 17 Maret 2013. Alhamdulillah, Porseni TK yang akan diadakan di Pasar Seni - Ancol ternyata jadi diadakan pada tanggal 13 Maret 2013. Berarti saya memiliki kesempatan emas untuk menemani kegiatan di sekolah Fathan tanpa perlu mengajukan izin tidak masuk kantor.

Kesempatan ini benar-benar saya manfaatkan untuk lebih dekat dengan si Kakak. Ya, kami biasa memanggil dengan sebutan "Kakak" khusus untuk memanggil Fathan. Sementara panggilan "Abang" saya berikan khusus untuk anak kedua kami, Hanan. Dan tentu saja panggilan "Dede" buat si bungsu Salman. Panggilan "dede" ini sudah diwariskan dari Hanan, semoga nanti bisa diwariskan untuk adik perempuan Salman, aamiin ya Allah :) hehehe... #berdoaterus

Kali ini merupakan kali kedua saya mengikuti kegiatan sekolah Fathan di luar lingkungan sekolah. Setelah sebelumnya saya mendapat kesempatan menemaninya di Kidzania tempo hari. Saya benar-benar takjubnya dengan ramainya anak-anak TK dalam satu lokasi beserta para pendampingnya, yang sebagian besar saya lihat adalah ibu si anak.

Memang benar seperti yang saya dengar dari ibu-ibu lainnya, anak-anak ini memang harus didampingi. Hal ini karena ramainya peserta dan banyaknya jenis lomba yang dipertandingkan. Belum lagi ditambah ramainya oleh para pedagang kaki lima. Terlebih lagi di Pasar Seni ini memang sudah ramai dengan pedagang yang berjualan menetap.

Oh ya satu catatan saya buat para pedagang-pedagang kaki lima ini. Mereka benar-benar pandai memanfaatkan momen ya. Hampir semua pedagang saya lihat laris dagangannya. Ada penjual mainan, penjual topi, penjual es krim, penjual baju, dll... dan semuanya laris. Saya perhatikan hampir sebagian besar peserta anak-anak diakhir lomba menenteng hasil "jarahan"nya dari orangtua masing-masing, termasuk si kakak, hehehe...

Hebatnya adalah pedagang-pedagang ini menjual dengan harga yang sama, entah karena 1 bos atau memang sudah ada kesepakatan diantara sesama pedagang. Ini merupakan salah satu kunci sukses mereka. Sehingga saya pun tak perlu menawar barang yang akan saya beli, karena sudah yakin mereka tidak main harga. Topi anak-anak dipukul rata seharga 15 ribu rupiah. Mainan gelembung sabun 25 ribu rupiah. Itu harga-harga barang yang sempat saya tanya. Tidak dipungkiri 'kan kalo pedagang memberi standar harga tinggi, pembeli pun malas membeli. Alhasil biar laba tidak terlalu besar, dagangan pun laris.

Kembali ke Porseni. Porseni yang diikuti oleh TK se Bekasi ini melombakan beberapa jenis perlombaan. Antara lain lomba sholat berjama'ah, lomba estafet air, lomba bola keranjang, dan lomba tari kreasi. Sementara panitia lomba berasal dari IGTKI-PGRI Kota Bekasi.

Pada kesempatan ini, Fathan diminta bu guru untuk mengikuti lomba sholat berjama'ah. Saya langsung dapat membaca strategi bu guru. Dalam benak saya, anak-anak yang cenderung tenang bin pendiam bin pemalu, pasti dianggap lebih cocok untuk mengikuti lomba ini. Lomba estafet air tentu lebih cocok untuk anak yang gesit dan aktif bergerak. Jadi sudah tau 'kan karakter anak saya seperti apa? kira-kira turun dari siapa ya? *ngedipinsuami Hehehe...

Saya pun baru tahu di lokasi, ternyata untuk satu jenis lomba saja, panitia menyediakan beberapa pool sebagai tempat berlomba. Untuk sholat berjama'ah ada 5 pool kalo tidak salah. Masing-masing pool ini melombakan peserta yang  berbeda dengan juara yang berbeda pula. Jadi setidaknya ada 5 kelompok menjadi juara 1, 5 kelompok menjadi juara 2 dan begitu seterusnya sampai juara harapan 3. Kalo yang saya dengar dari bu guru, semua kelompok peserta akan menjadi juara dan mendapatkan piala. Saya kira ini kiat untuk membangkitkan percaya diri semua peserta saja. Bagus juga sih, walau kayaknya mengurangi nilai kompetisinya ya... Gapapa-lah, namanya juga masih anak TK :P

Ini niy cuplikan foto kegiatan lomba sholat berjama'ah kemarin :


Dan coba tebak, kelompok Fathan menjadi juara berapa? Coba deh liat di foto berikut :


Yakk.. dapet juara harapan 3. Sebagai kelompok yang berisikan anak yang masih berusia 4-5 tahun, saya maklum dengan hasil ini, hehe... Ini tetap pengalaman berharga buat mereka. Semoga makin semangat belajarnya ya nak :)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...