Kamis, 04 April 2013

Isi tas persiapan melahirkan, wajib didaftar!

Pagi tadi, baru saja saya serah terimakan 3 buah gurita ibu untuk adik ipar saya yang sudah memasuki pekan-pekan terakhir kehamilannya. Ya akhirnya saya merasakan kembali suasana kebatinan saling pinjam meminjam kebutuhan pribadi dengan saudara wanita. Maklum punya saudara kandung cuma satu, laki-laki pula...

Saya jadi ingat, saat hamil dulu ada keinginan untuk posting catatan saya tentang isi tas yang akan saya bawa pada persalinan di RS nanti. Catatan tentang apa saja yang perlu dibawa, baik untuk saya, calon bayi ataupun suami. Alhamdulillah setelah berpengalaman 2 kali melahirkan, catatan tersebut hampir tidak ada yang meleset. Hampir semuanya sesuai kebutuhan. Kebutuhan yang sesuai dengan lama tinggal di RS dengan kelahiran normal.

Tas yang saya persiapkan saat itu 1 buah tas bayi (agak besar), 1 koper (ukuran sedang) dan 1 tas jinjing. Berikut rinciannya :

Isi tas bayi :
1. Baju newborn (2 stel)
Dipakai saat pulang dr RS, yang 1 stel sebagai cadangan, jika kena gumoh atau basah misalnya.
2. Popok sekali pakai ukuran newborn (isi 24 pcs)
Berdasar pengalaman 2 anak sebelumnya yang langsung masuk Ruang Perina, keluarga bayi biasanya langsung diminta menyediakan pospak. Tapi alhamdulillah di anak ketiga ini, kami tidak menyapa Ruang Perina lagi, dan pihak RS justru meminjamkan popok kain kepada bayi kami yang dirawat gabung dengan saya.
3. Topi, sarung tangan dan sarung kaki (2 set)
4. Selimut bayi (1 pcs)
Terutama terpakai sekali saat pulang, saat pertama kali bayi menghirup udara luar.
5. Minyak telon, cologne, bedak (1 set)
6. Gendongan dan celemek menyusui (1 pcs)
Sebenarnya lebih untuk jaga-jaga jika dibutuhkan. Gendongan dipakai jika bayi rewel atau saat pulang dari RS (tapi akhirnya belum kepake juga, lebih manteb tanpa gendongan, masih enteng berat si baby soalnya). Kalau celemek menyusui dibawa buat jaga-jaga kalo mau menyusui disaat tamu datang berkunjung. Tapi dibalik itu semua, ada alasan penting lainnya juga mengapa 2 benda ini dibawa yaitu PRO-MO-SI. Sebagai produsen gendongan dan celemek menyusui gitu lhoo, hehe... sila lihat2 ecokiddy.com ya... #lho? :P
7. Slaber dan sapu tangan (2 pcs)
Ini juga cadangan takut2 dibutuhkan, saat bayi minum susu/ASI utamanya. Mengatasi gumoh atau karena basah lainnya.
8. Tisu basah dan tisu kering (1 pcs)
Bermanfaat sekali, terutama untuk kebutuhan diruang rawat.

Isi koper dan tas jinjing (tas jinjing diisi dengan barang2 yang akan sering diambil bolak balik) :
1. Baju kancing depan untuk selama perawatan (minimal 5 stel)
Biar praktis saya lebih banyak bawa gamis/daster kancing depan, berguna untuk menyusui, dan bawa juga 1 kemeja kancing depan yang terpakai saat pasca melahirkan. Biasanya ibu masih lemas dan sulit duduk sehingga agak terhambat untuk berganti pakaian. Dengan ada kemeja berkancing depan, jadi sangat memudahkan.
2. Baju rapih untuk pulang dari RS (1 stel)
3. Bra dan celana dalam (minimal untuk 3 hari)
Bawa celana dalam agak banyak, karena darah nifas selama di RS masih banyak dan perlu sering ganti.
4. Pembalut khusus pasca melahirkan
Saya bawa 2 pack, 1 merk Soft*x yang dibuat khusus untuk pemakaian pasca melahirkan, 1 merk Cha*m yang sebenarnya dibuat khusus untuk pemakaian normal dimalam hari, beli yang panjangnya 38 cm.
5. Gurita (3 pcs)
6. Kain panjang dan sarung
Membantu sekali buat bolak-balik toilet. Kain panjang terutama bermanfaat pasca persalinan, ga perlu pake bawahan lagi karena masih lemas. Kain panjang dan kemeja kancing depan jadi sepaket khusus pasca persalinan.
7. Handuk besar dan kecil
Disediakan RS ataupun tidak tetap lebih nyaman bawa punya sendiri.
8. Peralatan mandi
 Sabun mandi, sikat gigi, odol, dll yang biasa dipakai saat mandi semua dibawa. Meski disediakan RS lebih nyaman bawa punya sendiri.
9. Kosmetik
Bedak, sisir, deodoran, dll yang biasa dipakai pasca mandi dibawa semua.
10. Pompa ASI
Sangat-sangat penting... jangan sampai ketinggalan. Pengalaman sebelumnya saat hari2 pertama ASI masih sedikit, sangat terbantu dengan adanya pompa ASI. Yang elektrik lebih direkomendasikan, jika tidak ada, yang manual pun tak masalah. Yang penting semangat ngASIh ASI eksklusifnya harus terus berkobar, merdeka! #eaaa :D
11. Botol susu
Jaga-jaga jika bayi harus masuk Perina, si botol susu jadi kurir bawa ASI.
12. Hp dan Charger.
Berguna buat menyebarkan berita kelahiran. Dan yang terpenting kameranya itu lho (kecuali kalo niat bawa camdig ya). Jiwa narsis harus terus membara, kasihan si bayi nanti tidak punya dokumentasi kelahiran... #AlesanLagi :D
13. Mukenah dan sajadah
Bukan buat si ibu ya, kan lagi nifas... cuma barangkali ada tamu yang mau minjam aja, biar barokah :)
14. Baju ganti suami.
Disesuaikan aja sama kemungkinan suami bakal pulang balik kerumah atau standby terus di RS.
15. Surat-surat untuk akta lahir bayi
Disiapkan aja kalo mau diurus sama RSnya langsung. Biasanya diminta fotocopy KTP, surat nikah, KK, dan akte lahir orangtua.
16. Kartu asuransi dan surat2 lain yang dibutuhkan untuk mengurus administrasi RS (cross check ke RS dulu jauh-jauh hari).
17. Suplemen buat ibu
Siapkan madu, sari kurma, vitamin lainnya. Bermanfaat sambil menunggu waktu persalinan tiba untuk tambah tenaga, dan juga buat pasca persalinan biar ASInya lancar dan ibu segera pulih.
18. Selimut dan alas tidur buat suami/yang ikut menginap

Kurang lebih demikian isi tasku, bagaimana dengan kamu? *bahasa iklan sekaleee yaa :D
Semoga bermanfaat buat yang sedang siap-siap menanti kehadiran sang buah hati. Mudah2an bermanfaat juga buat saya, buat anak keempat nanti... Hahhh?!@#$... hehehe...

Selamat ber-packing ria bunda ^_^

3 komentar:

Bunda Kanaya mengatakan...

waduu saya jadi nostalgia juga niy.... salam kenal yaaa

Erlin Karlina mengatakan...

Hehehe... nostalgianya mau diulang kembali ga bun? Salam kenal juga ya Bunda Kanaya :)

Blank Canvas mengatakan...

wah mantep ceu ..

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...