Kamis, 04 April 2013

Part 3 : Ecokiddy dan Kuala Lumpur (Serba-serbi KL)

Hari Ke-Empat (5 April 2012)

Hari ini hari bebas, dari panitia kami dibebaskan untuk mengatur sendiri jadwal kami, sebenarnya diarahkan agar dipakai untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan para pengusaha Malaysia di dua hari sebelumnya.

"5 April 2012 (Thursday)


  -  Visit MIHAS 2012 / follow-up meeting with supplier (own arrangement)
 
   (*Jadwal dari Panitia IBM-MIHAS)"


Berhubung kami belum menemukan kesesuaian dengan seller yang kami temui kemarin, akhirnya hari ke empat ini saya dan suami manfaatkan jalan-jalan keliling KL :D Semua foto hasil liputan fotografer pribadi saya, @yusuferlangga  :)

Suasana pagi Kuala Lumpur dari jendela kamar hotel
Tampak luar, hotel tempat kami menginap

Di hari ke-empat ini jauh sebelumnya sudah saya rencanakan untuk temu kangen dengan Rini, salah seorang sahabat saat kuliah dulu. Kebetulan Rini ambil S2 di Kuala Lumpur, jadilah kami sarapan bareng pagi itu, cerita ini itu sampai berkesempatan tuker2an oleh-oleh. Kurang lebih sembilan tahun lamanya saya tidak berjumpa dengan Rini, ga kebayang akan bertemu kembali di negeri orang :)


Saya & Rini
Setelah pertemuan dengan Rini selesai, melanjutkan misi selanjutnya, yaitu.... Jalan-jalaaaaaan, horeee... #ehh ini perjalanan bisnis apa perjalanan wisata yahh? Yaa, satu dua pulau terlampaui-lah yang penting, hehehe... 
Dari Indonesia sudah dapat info dari teman-teman kalau nilai tukar Rupiah ke Ringgit bisa lebih murah ketika ditukar di Malaysia, jadi kawan tersebut menyarankan tak perlu banyak bawa bekal rupiah. Berhubung beberapa hari kemarin, hampir 80% difasilitasi panitia penyelenggara, kami tidak banyak memakai uang pribadi. Dua hari terakhir, selain kamar hotel, semua pengeluaran murni menjadi tanggung jawab pribadi. Oleh karenanya sebelum kemana2 kami pun ke layanan penukaran uang terlebih dulu, istilah Malaysia-nya adalah "Pengurup Wang Berlesensi" dan terbukti memang lebih murah menukar Rupiah di KL.
Money Changer = Pengurup Wang Berlesensi :)
Sempat juga nyobain mesin ATM Muamalat Malaysia, kali aja nyambung dengan kartu ATM Muamalat Indonesia, ternyata enggak yahh, hehehe... Akhirnya nyoba ambil tunai pake mesin ATM CIMB menggunakan kartu ATM Mandiri, ternyata bisa. Nilai tukarnya juga ga mahal koq, daripada harus balik ke Indonesia cuma buat nukar uang aja :P

Nyobain ATM

Ringgit sudah ditangan, jumlahnya terbatas. Waktu pun jumlahnya terbatas. Akhirnya diputuskan hanya beberapa tempat tujuan saja yang kami kunjungi. Tujuan pertama: Maju Junction Mall, melihat salah satu butik milik Lunatots Cloth Diapers, niatnya kembali untuk belajar, siapa tahu dapat diterapkan di Indonesia. Kami pelajari produk apa saja yang mereka produksi dan jual disana. Sayang tidak ada dokumentasi disini. 

Tujuan selanjutnya: Kawasan Masjid India. Terkenal sebagai salah satu pusat oleh-oleh murah juga. Disini kami sempatkan  mampir ke salah satu supermarket lokal terkenal, MYDIN.

 Susahnya foto berdua ya kalo lagi hanimun, gantian aja deh... :P
Buat apa kesana? Nyari bumbu masakan Malaysia, hehehe dasar emak-emak kali yah, ga jauh dah oleh-olehnya. Tapi sebenanrnya ada yang kami incar, makanan instan merk BRAHIM'S. Makanan instan ini direkomendasikan oleh Mr. Effendi (kenalan kami di pesawat) sebagai oleh-oleh jika kami pulang dari Malaysia. Menurut beliau, orang Indonesia banyak yang senang jika Mr. Effendi datang ke Indonesia membawa si Brahim's ini... Masa siyyyy :P 

Makanan instan yang ditawarkan oleh merek ini macam2, ada rendang, gulai daging, sambal ikan bilis, kari ayam, dll semuanya instan... cukup rebus isi bersama kemasannya ke dalam air mendidih selama 3 menit, sobek kemasan, tuang ke piring langsung disantap, nyaammmm... Teknologi pangan zaman sekarang ya... pengen rendang 3 menit jadi, sekarang ternyata bisa. Rasanya pun mendekati dengan hasil buatan masakan konvensional...
Beef Rendang
Salah satu varian : Brahim's Rendang Daging
Sore menjelang malam, tujuan selanjutnya: KLCC. Sehari sebelumnya sudah kesini, tapi belum puas. Kebetulan jaraknya ke hotel juga tidak terlalu jauh, jadi mampir lagi deh. Foto-foto lagi :D

Bukti pernah ke KL :P
Sempet2nya foto karena sepi lho... :D
Besar atau Banyak ?
Monorel
Bukit Bintang di Malam Hari
Setelah puas muter-muter KLCC, tujuan terakhir : Kawasan Bukit Bintang. Terkenal sebagai pusat kuliner dan hiburan malam. Daerah turis mancanegara kongkow katanya. Banyak penginapan disini dari kelas backpacker sampai hotel berbintang. Sampai disini bingung juga mau makan dimana. Sampai kami ketemu satu jalan bernama, Jalan Alor. Sepanjang jalan, di kiri dan kanan dipenuhi deretan "kafe tenda". Unfortunately, sebagian besar nampaknya chinesse food yang kehalalannya tidak jelas. Tapi syukurlah ada 1 tenda pedagang lokal yang menjual makanan halal dengan logo HALAL yang besar. Ditemani deretan lampu dan lampion yang tergantung sepanjang jalan, kami nikmati juga suasana makan diruang terbuka malam itu. Lagi hanimun gitu lho.. yang penting suasana makan dan makan sama siapanya 'kan... makanannya mah teteup nomor 1 lah #ehh :P

Jalan Alor
Selesai makan malam, jalan lagi... mengelilingi bukit bintang. Kawasan ini benar-benar memfasilitasi wisatawan, kalau dilihat dari banyaknya petunjuk arah di kawasan ini. Disini banyak seniman jalanan yang beratraksi di pinggir2 jalan. Mulai dari penyanyi sampai pelukis. Dan pastinya pedagang kaki lima pun ikut meramaikan jalur pejalan kaki. Kemacetan di daerah ini pun tak kalah dari Jakarta. Untunglah transportasi umum yang nyaman dan tertata disini menjadi penyelamat.
Bukit Bintang


Hari Ke-Lima (6 April 2012)
 
Keesokan paginya adalah sarapan terakhir di hotel ini. Beberapa teman sudah ada yang pulang lebih awal sehari sebelumnya. Termasuk beberapa peserta dari negara lain. Pagi itu, restoran hotel terasa lebih sepi.

Sarapan terakhir di Hotel
Usai sarapan kami bersiap menuju bandara. Sebelum menuju KLIA, kami mengantar terlebih dulu rekan-rekan lainnya yang berangkat melalui LCCT. Terlihat sekali perbedaannya. LCCT benar-benar Low Cost Carrier Terminal, kalau salah satu teman bilang, "ini mah bukan bandara, tapi terminal bis". LCCT ini khusus beroperasi bagi Low-Cost Airlines, terkhusus Air Asia. Ya... ada harga ada rupa 'kan, tinggal tergantung kebutuhan aja... mau yang murah atau mau yang nyaman. Yang penting bukan yang ga aman, kalau itu sih BIG NO, iya toh?
Satu sisi LCCT

Bis yang setia mengantar jemput peserta
Akhirnya sampailah kami kembali ke KLIA, dibuat kagum lagi dengan fasilitas dan arsitekturnya.

KLIA
Dari gedung utama bandara kami menuju gedung satelit, tempat pemberangkatan pesawat yang akan kami naiki, dengan menggunakan Aerotrain.



Ujung Aerotrain di Gedung Satelit
Setibanya di gedung satelit, waktu makan siang tiba, restoran siap saji jadi pilihan kami. Cari restoran yang terukur, karena ketersediaan ringgit yang sudah ala kadarnya :D

Tetap cari yang yakin HALAL
Alhamdulillah perjalanan KLIA-SHIA lancar, yang ga lancar justru salah satu koper yang isinya oleh-oleh semua. Sempat dibuat deg2an juga. Tas tersebut ga muncul juga di ban berjalan, tempat pengambilan bagasi. Sampai akhirnya kami diminta menghubungi counter Lost & Found Lion Air, isi formulir dan dijanjikan akan diantar ke rumah jika sudah ditemukan. Ditanyakan diantar kapan, pihak Lion Air ga bisa janjikan, biasanya sehari ujar mereka. Benar juga, besoknya dapat telpon bahwa koper sudah ditemukan, lusanya sudah diantar. Pengalamannya lengkap sudah.

Koper yang hilang

Lima hari yang menyenangkan, sampai saya dan suami berjanji suatu hari nanti kami harus ajak anak-anak dan orangtua kami ke negeri Jiran ini. Dan janji itu, akan kami tepati ternyata dalam waktu setahun saja. Kisahnya ada DISINI.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...