Kamis, 07 November 2013

Day 3 : Seputar Bekal Sekolah Anak, Nasi VS Roti

Sebagian besar anak usia TK yang saya tahu, biasanya lebih senang membawa roti atau snack lainnya sebagai bekal ke sekolah. Tapi tidak demikian dengan si Kakak Fathan. Sejak masih di TK A dulu, si Kakak memang pecinta bekal nasi. Seringkali saya eksplorasi berbagai alat bento yang sudah saya koleksi, mental gara-gara menunya bukan nasi... OMG *tepokjidat

Buat roti dengan variasi bentuk yang macem-macem ga suka, buat omelet dengan kombinasi ini itu emoh, intinya mah teteup harus NASI!

Hari ini bawa bekal bihun goreng  pun teteup harus pake nasi, karbohidrat semua, hehehe...
Bekal hari ini
Di lain sisi, saya happy. Pertama, dengan kondisi ini, berarti saya tidak perlu terlalu repot memikirkan menu bekal secara khusus sekali untuk Fathan, cukup disesuaikan dengan menu sarapan kami pagi itu. Yang kedua, berarti saya lebih leluasa untuk mengatur menu sehat. Saya bisa bebas memasukkan sayuran dimenu bekal Kakak. Meski dengan catatan, sayuran sudah saya modif dulu (dipotong lebih kecil-kecil, atau disusun sedemikian rupa agar lebih cantik di dalam box bekalnya)

Bisa dibayangkan 'kan betapa banyak anak yang susah disuruh makan (nasi), betapa banyak juga yang susah makan sayur. Tipsnya satu. Dengarkan dulu apa yang diinginkan anak. Setelah itu kita yang pintar-pintar menyelipkan juga apa yang kita mau mereka makan.

Selain nasi dan lauk pauk, yang harus ada dalam box bekal adalah Susu/Jus Kotak. Ini juga tips dari saya agar Kakak tetap bisa merasakan happy-nya anak-anak lain yang bawa snack/jajanan warung. Minimal seminggu sekali saya sempatkan beli minuman dalam kotak ini untuk stok bekal Kakak ke sekolah. Semuanya dalam ukuran mini saja. Asal setiap hari ganti-ganti, biar Kakak ga bosen.

Beberapa bekal minggu sebelumnya
Waktu bagi raport kemarin, Fathan dipuji lagi oleh bu guru seperti waktu di TK A dulu. Si Kakak disebut sering dijadikan contoh bagi teman dikelasnya, jika waktu makan di sekolah tiba. Menjadi contoh dari sisi menu yang dimakan, maupun dari cara Kakak makan. Kakak dari TK A sudah telaten menggunakan sendok garpu, dan seringkali tidak menyisakan makanan dalam boxnya.

Gara-gara Fathan suka dipuji bu guru pas bagi raport, saya jadi sering kecipratan pujian juga niy, hehehe.. Sampai suami jadi hafal dan suka ngeledek deh... "Cieee bunda, dibilang rajin nih yee sama bu guru"

Kalau variasi menunya yang dipuji bu guru, itu bagian bunda-nya.... Nah kalau yang dipuji karena sering tidak menyisakan makanan, nah itu bagian abi-nya, contoh dan bimbingan dari abi-nya maksudnya hehehe.... ^_^v

Yuk ah, buka-buka buku resep lagi :)

@erlinkarlina

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...