Minggu, 16 Februari 2014

Pilah-pilih Sekolah Anak

Bukan di sengaja kalo nantinya putra pertama dan kedua kami akan mulai sekolah di waktu bersamaan. Jarak usia si kakak Fathan dengan si abang Hanan persisnya adalah 2 tahun 2 bulan. Pengaturan jarak lahir seperti ini memang kami rencanakan. Tapi tidak terlalu memikirkan dampaknya pada waktu masuk sekolah mereka nantinya. Dengan beda usia 2 tahun ini, berarti mereka akan berbarengan masuk sekolah di saat masuk SD dan TK. Pikir pendek kami, tak apalah ketimbang harus bersamaan masuk sekolah di saat masuk SMP dan SMA, yang berarti berjarak usia 3 tahun.

Kenapa jarak usia ini jadi penting? Iya, karena ini pasti terkait dengan biaya masuk sekolah yang tidak sedikit. Mulanya kami belum memikirkan sekali  berapa besarannya. Pikir kami yang penting persiapkan saja dana pendidikannya.

Saat ini setelah tiba waktunya, baru semakin "ngeh" fantastisnya biaya sekolah masa kini. Satu anak saja cukup besar, apalagi kalau 2 anak. Bersyukur kami amat terbantu dengan tabungan pendidikan yang sudah kami sisihkan sebelumnya. Sehingga masih ada sedikit keleluasaan untuk bisa memilah-milih sekolah yang sesuai untuk buah hati kami. Sekolah yang sesuai dengan karakter mereka dan tentu dengan muatan agama sebagai pertimbangan utama.

Saya dan suami sepakat untuk membuat list beberapa SD dan TK di seputar Jatibening yang akan kami survei satu per satu untuk melihat dan memilih yang terbaik dan sesuai dengan kondisi kami. Sebelumnya kami sudah mencoret sekolah negeri dan sekolah papan atas didaftar kami. Kami mencoret sekolah negeri bukan karena gengsi ataupun meremehkan kualitasnya. Tidak sama sekali. Kami berdua pun jebolan sekolah negeri. Ini lebih kepada pilihan ingin memberikan pendidikan agama yang lebih banyak secara kuantitas, sehingga kami dapat berharap mereka memperoleh kualitas pendidikan agama yang lebih baik sedini mungkin. Jadi Sekolah Islam adalah pilihan kami. Tak harus berpredikat IT (Islam Terpadu). Kami sadari, dimana pun anak disekolahkan mereka tetap bisa menjadi yang terbaik, tentu dibarengi peran orangtua yang tak tergantikan.

Sekolah papan atas pun kami coret, yakni sekolah dengan biaya super tinggi lengkap diikuti dengan lingkungan sosial ekonomi menengah atas didalamnya. Kami rasa kami belum di level itu dan gaya hidup high cost pun kami hindari. Saya tidak siap melihat anak saya "melongo" mendengar teman-temannya yang sering berlibur keluar negeri, atau melihat teman-temannya sering asyik menggunakan super gadget dikesehariannya. Hehe.. Jadi ini bunda atau anaknya ya yang ga mampu... :D

Ini list sekolah yang mau kami survei:
1. SDI Al Azhar 23 Jatikramat
2. SDI Al Alaq Jatikramat
3. SDIT Al Marjan Duta Indah

Masih ada beberapa sekolah islam lagi yang berada di sekitar jatibening. Tapi 3 sekolah ini yang kami anggap mendekati harapan kami. Sebelumnya kakak Fathan sekolah di TKI An Nur Jatibening Permai. Atas pertimbangan beberapa hal kami tidak melanjutkan ke SDIT An Nur Jatibening Permai.

Oh ya, kami memasukkan kriteria dimana sekolah harus punya jenjang TK dan SD. Alasannya lebih ke arah efisiensi saja, efisiensi saat mengantar kegiatan sehari2 (ataupun yg insidental) dan saat kenaikan jenjang. Biasanya ada diskon khusus bagi siswa TK yang masuk ke SD yang sama kepemilikannya.

Catatan saya atas 3 sekolah yang sudah kami survei, dapat dilihat DISINI.

1 komentar:

Eryna Lestari mengatakan...

Hasil review 3 sekolah di atas dimana yah mom soalnya kebetulan saya mau cari tau 3 sekolah diatas

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...