Sabtu, 24 Mei 2014

Dibalik Bazaar PW TDA 2014 :
Untung VS Rugi (Seri 3)


Pesta Wirausaha 2014 sudah lebih dari sepekan berlalu, akhirnya saya bisa memaksakan diri untuk menulis bagian ketiga dari pengalaman saya ikut bazaar PW TDA kemarin. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas respon positif teman2 atas tulisan pertama dan kedua saya kemarin.

Sama seperti peserta bazaar dimana pun, saat bazaar telah usai maka kesimpulan harus dibuat. Untung atau rugi?


Alhamdulillah sejak awal sekali saya dan suami sudah menanamkan dalam hati bahwa kami ikut bazaar tidak hanya semata ikhtiar mencari materi. Jadi, jika ada yang bertanya UNTUNG atau RUGI ikut bazaar kemarin? saya berani katakan UNTUNG! jawaban yang sama juga jika saya ditanya pada hari pertama pameran disaat belum satu pun barang dagangan terjual :)

Kenapa bisa UNTUNG?

1. Kami untung karena kesempatan branding ECOKIDDY sudah langsung kami dapatkan tepat saat kepastian 1 stand di PW TDA 2014 menjadi milik kami. Kami langsung mendapatkan kesempatan untuk menyebar kartu nama dan brosur sebanyak-banyaknya sembari dapat menunjukkan langsung bentuk dan keunggulan produk. Setiap akan ikut bazaar saya biasanya sudah diwanti2 suami dengan kata2 : "inget lho niat kita bazaar buat branding Ecokiddy, jadi ga ada kata rugi, anggap ini ongkos promosi dan sosialisasi produk". Kurang lebih seperti itu. Jadi biaya stand sudah kami anggap hangus diawal, dimana setiap hasil penjualan yang didapat dari penjualan produk tidak perlu lagi dikurangi biaya sewa stand. Meski dengan berprinsip seperti itu, alhamdulillah belum pernah sekalipun biaya sewa stand dan operasional tidak tertutup oleh laba yang didapat stand kami.

2. Kami untung karena mendapat kesempatan untuk berbagi manfaat kepada banyak pengusaha lainnya. Berbagi manfaat kepada teman2 TDA yang mau menitipkan produknya kepada kami, juga berbagi manfaat kepada semua orang yang sudah menyuplai isi stand kami. Stand kami selain menjual produk Ecokiddy menjual menu makanan berat seperti nasi kuning, nasi ulam, nasi bakar, nasi bali, dan nasi rames. Setiap jenis paket nasi disuplai oleh orang berbeda yang tinggal tidak jauh dari tempat tinggal kami. Dari sisi penyuplai ini saja, setidaknya ada 5 orang pedagang nasi yang omzet hariannya meningkat selama 3 hari berturut2. Belum lagi para suplier bahan baku dari pedagang2 nasi ini. Alhamdulillah puluhan orang ini pasti mengalami kenaikan omzet yang sama juga.

3. Kami untung karena mendapat kesempatan untuk berbagi manfaat kepada banyak orang yang terlibat di Pesta Wirausaha TDA 2014. Berbagi manfaat kepada panitia yang stand-nya kami bantu jual, meski untuk dipakai sendiri :P, berbagi manfaat juga kepada seluruh peserta yang membeli produk ecokiddy dan aneka paket nasi kepada kami. Sesuai data yang saya sebut pada tulisan sebelumnya, berarti setidaknya ada 150 orang per hari yang membeli makan di stand kami. Mulai dari relawan hingga panitia inti, mulai dari peserta PW dari TDA bagian timur Indonesia hingga bagian barat Indonesia ikut merasakan nasi yang kami jual. Menyenangkan sekali :)

OK. Kalau ditanya untung atau rugi? dijawab UNTUNG!
Sekarang kalau ditanya berapa UNTUNGnya?
Waduh.. saya harus belajar ke Pak Ato kalau soal itu, dibawah tulisan saya ini, saya sertakan email pengalaman Pak Ato saat buka stand di PW TDA 2013. Dari cara hitung beliau itu, saya dapatkan perhitungan berikut :

Beberapa produk nasi dijual dengan harga : Nasi Kuning 10 ribu, Nasi Ulam 10 ribu, Paket Nasi Bakar 20 ribu, Paket Nasi Bali 20 ribu, Paket Nasi Rames 20 ribu, Air Mineral Botol 4 ribu.

Hasil penjualan produk Ecokiddy dihitung terpisah. Omzet yang didapat dari produk kuliner sebagai jualan utama kami adalah sebagai berikut :

Omzet hari pertama : Rp. 3.160.000,-
Omzet hari kedua : Rp. 2.582.000,-
Omzet hari ketiga Rp. 2.712.000,-

Total Omzet Rp. 8.454.000,-

Gros margin :
Rata – rata per produk : 50 %

Gros Margin = 4.227.000,-

Alhamdulillah. Cukup lumayan buat kami yang pertama kali jualan produk kuliner pada sebuah event bazaar. Belum terlalu menghasilkan laba memang, tapi alhamdulillah biaya sewa stand 2,5 juta dan semua biaya operasional tertutupi. Biaya operasionalnya memang apa aja siy? Fee untuk yang jaga stand, transport untuk bawa barang, dan biaya untuk menutup kerugian atas nasi yang tidak habis terjual. Dihitung2, Impaslah! Untungnya 'kan sudah didapat dari branding ecokiddy dan memberi manfaat ke banyak orang tadi. Asyiiik :P

Wah kalo gitu capek doang dong? Kalau pakai istilah Om Rene Suhardono, salah satu pembicara PW TDA kemarin, "jadi entrepreneur itu memang capeeek ... soooobbb" :D

Dengan memikirkan semua kondisi yang saya ceritakan pada tulisan ini dan tulisan sebelumnya, lalu dibandingkan dengan kondisi jika saya hanya murni sebagai peserta dan hanya menikmati jalannya acara pesta wirausaha dari dalam ruang seminar, saya tetap memilih kondisi pertama. Karena saya merasa dapat DOUBLE. TEORI di ruang seminar dapat, PRAKTEK nyata di stand juga dapat. Alhamdulillah.


-erlin-

BB 75803981
@erlinkarlina
FB Erlin Karlina
www.erlinkarlina.com
www.ecokiddy.com



On Tuesday, February 12, 2013 4:53 PM, ato <atosunartodaryan@yahoo.com> wrote:
Saat mau pameran saya diskusi sama istri
"Kupat tahu dijual berapa ya?"
"15 ribu aja"
"Gak kemahalan?"
"Gak lah, kan dihitung sewa, transport dan tenaga"
Sempat ragu, mau dijual di harga 15 ribu atau 12 ibu. Maklum baru pertama kali.

"Es cendol dijual berapa?"
" 7 ribu aja"
Sepakat di harga 7 ribu. Tapi begitu nyampai lokasi harga langsung berubah menjadi 10 ribu.

Beberapa produk akhirnya dijual dengan harga : KTB 15 ribu, cendol 10 ribu, juice jagung 5 ribu, nasi ayam 20 ribu, aqua gelas seribu, aqua botol 5 ribu.

Target Omzet 15 juta.

Dagangan digelar.

Omzet hari pertama : Rp. 2.690.000,-
Omzet hari kedua : Rp. 2.700.000,-
Omzet hari ketiga Rp. 3.015.000,-

Total Omzet Rp. 8.405.000,-

Gros margin : KTB : 15.000 – 4.500 = 10.500 = 70%
Cendol : 10.000 – 2.800 = 7.200 = 72 %
Nasi ayam : 20.000 – 20.000 – 7.000 = 13.00= = 65 %
Juice jagung : 5.000 – 1.500 = 3.500 = 70 %
Rata – rata : 70 %
Gros Margin = 5.883.500,-

Masih di bawah target.

Pengalaman yang didapat
1. Stok produk harus diprediksi lebih tepat (selama 3 hari selalu kehabisan stok produk)
2. Harga jual sudah pas, harus kejar omzet
3. Banyak permintaan untuk menjadi mitra
4. Design outlet harus dibuat simple sehingga lebih efektif dalam pelayanan

Karena tujuan utama ikut pameran untuk test produk, branding dan jual retail maka permintaan kerjasama belum di follow up.

Hasil akhir puas karena:
1. Dapat pengalaman dan ilmu
2. Dapat omzet
3. Dapat networking
4. Dapat calon investor

Ini ceritaku, mana ceritamu?....

Salam
Ato Sunarto

********************************************************

Catatan:
Tulisan yang sama juga diposting pada milis TDA Bekasi.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berbagi artikel ini :

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...